Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

Pergumulan Makanan dan Rasa Mual di Lambung

Agustinadian Susanti | Rabu, September 13, 2017 | 1 Comment so far
Ada rasa enggan ketika mau keluar rumah di saat perut terasa mual banget. Kalau udah gitu mikire tadi aku abis maem apa ya? Trus mencari-cari si biang kerok penyebab mual. Brambang ga fresh/ brambang kebanyakan, merica, atau ayamnya kurang empuk atau kena lemak meski dikit? 

Hadeuh tersiksa banget kalau mual plus perih pusing, tanda-tanda mo muntah. Oh polip di lambungku apa jadi parah? Emang sih dokter suruh aku endoskopi ulang after 6 bulan. Buat lihat perkembangan polipnya. 

Cuma masalahnya adalah aku itu pake BPJS. Alurnya sangat panjang dan berliku. Ga bisa langsung endos. Harus minta rujukan dulu di faskes 1 buat perpanjangan, lalu periksa ke faskes 2 buat janjian di RS yang bisa endoskopi. Belum lagi perjalanan ke RS itu jauh pula, antri, dibuatin jadwal endoskopi tapi kalau rawat jalan aku ga kuat puasanya. Kalau opname harus antri ada kamar berbulan - bulan dulu baru bisa dijadwalkan endos. Kecuali kalau udah kayak dulu muntah dan BAB darah jadi masuk UGD baru bisa diendos.

Kemarin sempet chat ma pak dokter di Facebook, beliau bilang, ”Kalau kita makan aja dan terutama berlemak maka kandung empedu akan berkontraksi mengeluarkan asam empedu. karena ada polip maka bisa gejala mual.” 

Ga enak juga kalau ampe muntah di jalan dan sendirian. Perlu bawa kresek dan minyak kayu putih? Sering konflik batin kalau mau bepergian sendiri kayak gini padahal butuh belanja. Mo nitip gojek tapi takutnya ga sesuai pilihan, asal comot, sejak aku kena gangguan lambung tuh aku super selektif milih bahan masakan. Beli ini di mana beli itu harus disitu jadi serba rempong dan ribet kalau ga sesuai. 

Emang ribet sih ya gimana lagi urusan perut nih jadi gini takut sakit dan lain-lain. Lagipula kalau order pake gojek lebih mahal kalau ga berangkat sendiri, misal pp aku pake Go Pay cuma abis Rp.8000, kalau dibelanjain pake Go Mart bisa kena ongkos Rp18000. Ya tinggal pilih aja mo buang 10rb plus belanjaan ga sesuai keinginan atau beranikan sendiri berangkat meski mual. Ini butuh perjuangan ekstra. 

Tadi pagi sempet coret-coret catetin apa aja yang bisa kumasak dan kumakan. Saran dokter sih suruh makan kek gini. Sedangkan saran ahli giziku juga ada sebagian yang sama, tapi masalahnya adalah meski sudah disaranin makan dengan menu ini tetep ada aja yang masih belum bisa diterima dengan baik oleh lambungku. Akhirnya harus muntah berjam-jam lagi meski cuma icip satu sendok. Awal hidup sehat memang dimulai dari pencernaan sehat. 

Lha gimana mau sehat kalau makan banyak banget pantangannya? Yang ada mual lemes ga bisa ngapa-ngapain, padahal harus prepare sendiri. Enak kalau ada yang jagain, kayak ibu, suami/ istri, sodara yang pengertian, pembantu yang standby 24 jam, atau suster homecare. But, ini aku alone man. Mungkin hanya kekuatan dari Tuhan yang bisa membuatku bertahan, malaikat yang tak kelihatan yang selalu menemani. 

Kalau aku udah muntah, kira-kira ampir 12 jam baru bisa lega, perut sudah mulai keroncongan, itu baru bisa minum dikit dikit, makan apel dulu. Baru mulai nyuci magic com buat bikin bubur/ nasi lemes. Sambil nunggu bubur mateng, dadar telur dulu kalau udah balik lagi ke kamar buat nungguin semua matang, baru bisa makan. 

Soalnya kalau masih mual dipaksa makan bisa muntah lagi. Mending kalau masih bisa makan jajan di luar. Meski muntah masih bisa nitip beli buryam atau yang lain. But, ini masalahnya no food which i can eat. Lihat menu di Go Food ga ada yang bisa kumakan juga. 

Pernah aku nekat beli mie ayam home made. Tapi aku cuma pesen kuahnya doang ma ayam cincangnya tanpa mie. Driver go food yang pesenin. Katanya yang jual heran. Selama 8th dia buka usaha jual mie baru kali ini ada order semacam ini. Sampe berkali-kali driver Go Food telepon aku bener kagak ini pesennya.

Kebayang ga sih apa bedanya aku dengan orang miskin. Aku punya uang buat beli makan, tapi ga bisa menikmati makanan itu. Sedangkan orang miskin ga punya uang tapi lambungnya bisa terima makanan. Tapi kami berdua sama-sama ga bisa makan enak. 

I hope i can melewati semua ujian ini.Ah indahnya kalau sehat, bisa makan apa saja yang kita mau. Meski menu sederhana asal sehat bisa piknik ke tempat-tempat wisata, happy all the time. Dokter cuma bilang, sabar aja.  Belajar beradaptasi saja kecuali sangat mengganggu harus konsultasi lagi. Seakan no solution kalau ahli gizi bilang makan aja yang bisa dimakan, itu dari sugesti pikiran. Kalau ketauan sakitnya minum obat beres.Bisa makan lagi dengan bebas. Kalau dari pikiran itu sulit.

Ya Tuhan, kalau memang masih Kau ijinkan aku hidup sembuhkanlah hambaMu ini.  Ampuni hambaMu kalau dulu aku kebanyakan makan mie instan dan biskuit coklat. Nyesel pol rasanya. Andai waktu bisa terulang kembali.Oh Noooooo! I was being depresion about my meal.

Read More

Pergumulan Penderita Psikosomatis

Agustinadian Susanti | Senin, September 11, 2017 | 1 Comment so far

When you have an INVISIBLE ILLNESS 
it's hard to explain to someone who doesn't have a CLUE 
It's daily STRUGGLE being in PAIN or feeling SICK 
on the INSIDE when you look FINE on the OUTSIDE
and no one doesn't understand
make you seems like a liar about your conditions

Ini tentang rasa. Apa yang dirasakan oleh orang yang sedang sakit psikosomatis dan dyspepsia. Berjuang setiap hari dengan penyakitnya dan tidak ada yang mau mengerti bahkan cenderung menyalahkan dan menghakimi.

Apa yang akan kamu lakukan jika?

Kamu sakit, kamu butuh perhatian orang terdekat namun orang terdekatmu justru marah melihat keadaanmu
Menyalahkan kondisimu ketika kamu muntah, menyalahkan kelemahanmu dan membanting pintu sebagai wujud kemarahannya agar kau tahu betapa dia bosan mendengar keluh kesahmu


Setiap hari berjuang dengan rasa mual yang mendera namun kamu harus tetap kuat untuk menjalani hidup
Bergumul dengan rasa takut yang hebat untuk keluar rumah sendiri tanpa ditemani orang lain
Tiada sahabat, tidak ada yang bisa diharapkan dari orang lain
Benar-benar sendiri
Seakan hanya Tuhan dan kamu sendiri yang paling mengerti keadaanmu

Andai dia tahu apa yang kamu rasakan apakah itu sudah terlambat?
Kamu malas berdebat dengan orang yang tidak mau mengerti
Kamu sudah lelah dengan perjuanganmu melawan sakit
Ditambah lagi harus membuang energi untuk menjelaskan padanya tentang kondisimu

Ya, dia tidak akan pernah mengerti
Bahkan kamu akan dianggap pura-pura/ lebay 


Kamu harus hidup meski hanya bisa makan beberapa menu saja. Kamu harus buktikan bahwa kamu bisa sembuh dan sehat meski harus tertatih-tatih untuk tegak berdiri dihempas sindiran dan cemooh
Kamu rindu pelukan ayah ibu yang sudah berpulang ke rumah Tuhan. Kamu ingat masa-masa kecilmu dimana ketika kamu sakit pelukan itu yang menguatkan dan menyembuhkan
Tapi kini yang tersisa hanyalah kesendirian. Kamu harus bisa menjaga hati agar tidak terluka oleh kata-kata kasar orang terdekatmu
Sehingga kamu tidak menjadi putus asa dan depresi.

Tak adil, sungguh tak adil
Mengapa orang yang merasakan sakit fisik harus mengalami sakit hati juga.
Sedangkan orang yang menyakiti kita seenaknya saja melontarkan kalimat menyakitkan itu


Sabar. Itulah yang akan dikatakan orang lain. Ya, setidaknya itu kata yang akan sering kau dengar


Dalam keputusasaanmu seakan hanya Tuhan yang bisa menolongmu, memberimu kekuatan baru untuk menjadi sehat kembali.
Ini benar-benar ujian hidup yang harus kau lewati

Ah, kiranya suatu saat kau akan melihat pelangi dibalik hujan. Menyambut datangnya cinta yang menyembuhkan dari seorang kekasih.

Maybe, someday... if you believe.
Read More

Penderita GERD Harus Bisa Jaga Hati

Agustinadian Susanti | Jumat, Agustus 25, 2017 | | 5 Comments so far
Banyak penderita GERD yang sharing dengan saya sebagai mantan penderita juga tentang keluhannya yang sering dianggap lebay/ dibuat-buat oleh orang disekitarnya. 

Di satu sisi rasanya sakit hati dibilang begitu, di sisi lain orang yang tidak merasakan hal itu seakan menganggap kita ini mengada-ada. Terlalu banyak mikir yang tidak-tidak. 

Kita memang tidak bisa mengendalikan orang mau omong apa, yang lebih menyakitkan lagi jika kata-kata "dengan tanpa perasaan itu" diucapkan oleh orang terdekat kita, misalnya keluarga kita sendiri atau pasangan kita. 

Batin kita rasanya tertekan, pengen curhat tapi ga ada yang bisa mengerti akhirnya dipendam sendiri. Kita jadi kehilangan kepercayaan baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Kita jadi mudah emosi dan sensitif.

Ga cuma perasaan kita yang sensi, asam lambung yang tadinya tenang-tenang saja jadi bergejolak sampai naik ke atas, terasa ada yang mengganjal di tenggorokan dan sesak di dada. 

Saran saya STOP! Jangan biarkan sakit hati melukai dirimu lebih dalam. Jika hal itu terjadi segera alihkan pikiran depresi kita ke hal yang menyenangkan, kalau tak ada seorangpun yang diajak curhat, tulis aja di kertas/ buku/ diary/ blog jika kamu punya karena menulis adalah salah satu cara untuk melampiaskan stress. 

Selain itu kamu bisa berdoa kepada Tuhan menurut iman dan kepercayaan kamu masing-masing. Ketika kita dekat dengan Tuhan ada ketenangan dan kedamaian sejati. Percayalah dalam tinggal tenang terletak kekuatan kita. 

Saya sudah pernah nyoba minum obat penenang dari segala macam merk. Dari dosis ringan sampe dosis tinggi, dari harga murah sampe harga mahal. 

Tapi tidak ada ketenangan yang benar-benar bisa bikin saya tenang kecuali berada dalam ketenangan yang Tuhan berikan. Sukacita dari Tuhan dibanding sukacita efek penenang itu ga ada bandingannya. 

Kalau kita mau sungguh-sungguh beribadah dan berdoa pasti kita bisa merasakan dampaknya. Yang ketiga, salurkan hobimu, kalau suka nyanyi ya nyanyilah jangan pendam amarah dan sakit hatimu. Kok enak dia yang nyakitin kita kok jadi kita sendiri double penyakit. Jangan mau ya! 

Yang ke-empat, motivasi diri sendiri. Ngomong sendiri ke diri sendiri atau teriak-teriak di pantai, nangis boleh pokoknya apa aja yang bikin kamu plong lakukan. 

Jangan siksa dirimu dengan memendam kata-kata negatif yang orang lain lontarkan. Kita berhak dan harus bahagia. Memang fisik kita sedang sakit tapi jangan sampai kita jadi ikut sakit hati. Belajar untuk memaafkan. 

Maklumi saja, dia itu kan ga pernah ngrasain sensasi GERD. Jadi hanya orang yang pernah sakit aja yang bisa mengerti. Belum tentu dia kalau sakit kayak kita bisa kuat lho. 

Kadang orang kalau ngomong ga pake dipikir langsung ceplos ga perduli itu nyakitin atau ga. Jadi ya kita yang harus belajar cuek. Emang sih susah banget ngelakuin itu. Tapi ya dicoba aja, yang namanya setan kan emang suka bikin kita ga damai sejahtera. Lawanlah Iblis maka ia akan lari daripadamu. 

Saya kalau sakit, justru malah disalahin. Jadi mau ga mau itu jadi semangat saya buat sembuh. Bukan karena orang terdekat kita ga sayang. Sayang sih sayang ya, tapi mungkin dia marah kalau kita sakit itu karena dia cuma terlalu kuatir saja ma keadaan kita. So, be positive thinking

Ga ada orang yang mau sakit. Jika sudah terlanjur sakit ya dijalani saja. Anda tidak sendiri meski seakan-akan anda itu sendiri karena Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Get well soon all of you guys!
Read More

Dari Kamar Pesakitan Kucari Nafkahku

Agustinadian Susanti | Rabu, Agustus 16, 2017 | 22 Comments so far

Lulus dari SMU, keinginan untuk bekerja sangat tinggi dibandingkan dengan mikir harus kuliah dan butuh biaya sedangkan alm. bapakku waktu itu sudah cukup lanjut dan gajinya hanya cukup untuk makan.

Aku ambil kursus komputer 2 bulan di LP2K Mahatma Blora program Ms. word dan Excel. Padahal belum punya komputer. Yang penting kursus dulu, karena cita-citaku kerja di kantor meski cuma lulusan SMA.

Setelah kursus aku kerja di mini market. Tapi hanya 2 bulan, aku resign karena maagku kambuh gara-gara makan bajangan (mangga muda) paroan temen kerjaku. Aku pulang muntah-muntah dan ga mau kerja lagi.

Baru beberapa hari nganggur, aku ditawari jadi guru Sekolah Minggu. Tapi cuma 1x saja aku berangkat, abis itu kapok karena ditegur guru lain bentak anak kecil.

Aku kemudian mencoba melamar kerja di sebuah perusahaan distributor sabun. Sainganku 9 orang sarjana semua, cuma aku yang SMU. Awalnya aku ogah nglamar karena masih kurang fit. Tapi demi tidak mengecewakan orang yang mencarikanku kerja aku coba ikut tes meski mau berangkat harus muntah-muntah dulu.

Tes logikaku menempati urutan tertinggi. Aku diterima dan berhasil mengalahkan para sarjana itu. Tapi aku resign dalam 3 hari karena maagku kambuh. Aku berangkat makan nasi ma telur dadar baru sejam udah laper lagi. Di kantor ga boleh ngemil, dan hampir ga ada kesempatan buat ngemil karena dioyak laporan penjualan dan setoran ke kasir. 

Akhirnya demi memuaskan perut keronconganku aku lari ke toilet dan makan beberapa butir biskuit. Belum ditelen udah ada yang ketok-ketok pintu akhirnya akupun kembali kerja masih mengunyah. Aku mulai merasa tersiksa dengan keadaaan ini. Akhirnya kuputuskan keluar.

Aku merasa gagal waktu itu. Kerja gampang didapat tapi ga bisa dijalani. Akhirnya menganggur lagi dan hanya lontang lantung tiap hari nunut nonton tv di rumah tetangga tiap jam 5 sore karena aku sedang suka banget ngikuti cerita telenovela Betty La Fea. Mungkin ada yang masih ingat? (kalau masih ingat berarti anda orang jadul kayak saya hahaha)

Waktu itu aku ga punya malu aja, tiap sore sebelum jam 5 aku sudah main ke tetanggaku dan duduk manis di depan TV kayak di rumah sendiri.Sampe bosan tetanggaku tiap aku datang.

Dalam keadaan masih belum stabil, aku malah dapat tawaran kerja lagi di luar kota. Kali ini jadi akunting di perusahaan distributor. Awalnya aku takut karena ini pertama kalinya aku kerja di luar kota. Tapi karena diyakinkan oleh alm Bapakku ya aku berangkat walau kalau bangun tidur masih muntah-muntah.

Jadi akunting setahun saja. Aku resign, perusahaanku gulung tikar, mungkin karena aku akuntingnya, atau karena dikorupsi sales. Entah aku hanya merasa gagal lagi untuk kesekian kalinya.

Aku nganggur lagi selama 5 bulan. Tapi keinginanku untuk kerja masih tinggi, aku berangkat lagi ke Semarang gara-gara melamar kerja di sebuah koperasi. Waktu mau berangkat, bapakku menyelipkan uang Rp150.000 di bawah bantalku buat sangu.

150.000 buat merantau cukupkah? Aku tak peduli,hanya nekat saja. Aku berangkat muntah-muntah dan perutku mulai keroncongan di Purwodadi. Akhirnya aku minta travel berhenti dan aku beli roti untuk mengganjal perut.

Sampai di Semarang, aku datang ke interview dan tes. Sorenya aku malah ikut persekutuan di gereja. Ga sengaja ketemu teman lama dan menawari kerja di gereja. Tentu saja ada tesnya. Aku berdua dengan salah seorang aktivis di situ. Tapi yang diterima malah aku.

Kerja di gereja sangat enak. Tapi tubuhku yang tidak bisa diajak kompromi. 2 tahun pertama aku bisa menikmati. 2 tahun terakhir aku kembali sakit gara-gara makan telur kecap yang ternyata pedasnya lombok ijo. Aku masuk UGD. ke Psikolog, ke psikiater karena muntah ga berhenti sampai ketergantungan obat.

Aku diusir dari kos sampai 7x pindah karena dikira hamil sebab muntah-muntah tiap pagi.Aku kehilangan kesehatanku, kehilangan pekerjaanku juga. Aku keluar kerja lagi dan pulang ke Blora dengan nol rupiah. Tapi Tuhan Yesus itu baik. Ketika uang pesangonku habis untuk bayar hutang rumah sakit, teman-temanku pada kasih sumbangan yang jumlahnya = uang pesangonku. Tepat persis ga kurang sepeserpun. Aku yakin itu perbuatan Tuhan.

Aku pulang pun diantar naik taxi dibayari juga sama sahabatku.Pulang ke Blora uangnya habis untuk berobat ke Chikung. Sakitku sembuh dan aku mulai menata hidupku. Bersama alm bapakku aku mulai bangkit dan semangat.

Modal pulpen dan kertas serta meja bekas jualan nasi ibuku dulu. Aku nekat buka les privat SD. Aku bikin brosur sendiri di warnet dan nyebar brosur di sekolah-sekolah diantar bapakku. karena aku masih kena psikosomatis, aku takut keluar rumah sendirian, jadi aku boncengin bapakku naik sepeda sambil sebar brosur. Tiap ada anak SD pulang sekolah aku kasih brosur itu.

Apakah aku dapat murid dari brosur? TIDAK. Aku malah dapat dari mantan bosku. 5 bulan berjalan muridku cuma 1. Tapi aku tekuni saja. Akhirnya anak-anak itu bertambah sendiri sampai muridku ada 23 orang. Setiap hari aku bekerja tanpa libur. Sampai aku bisa beli smartphone androidku sendiri dengan hasil les.

Bapakku bilang, aku memang ga bisa kerja ikut orang, harus usaha sendiri. Mengandalkan les mungkin cuma buat makan, aku suka juga online. Teman-temanku sesama  penderita GERD. tiap hari ngurusi orang sakit, dengerin curhat mereka di fb. Gabung dan komen di grup sampai akhirnya aku keluar dari grup karena berselisih paham dengan penderita lainnya.

Dari grup itu aku ke grup blogger. Tapi aku merasa asing dengan blog. Teman yang kutanya soal blog pelit info. Aku disuruh googling sendiri. But, it's OK. aku mulai suka utak atik blog sampe ngrusakin 3 template gara-gara salah pasang script. Mau ikut lomba blog kagak paham ada syarat tautkan link ke sumbernya. Pasang backlink dan embuh apaan itu aku gaptek.

Sampai karena kepengen banget ikut lomba aku makin giat belajar, aku cari tutorial dalam dan luar negeri. Paling bete kalau tutorialnya, pakai notepad. Lama kebanyakan basa basi.

Karena ga ada yang mau ngajari aku, aku belajar sendiri dari google dan youtube karena mau kursus kagak punya uang. Aku tulis apa yang sudah kupelajari dan kubagikan di blogku. Sampai ada yang mengira aku mahir blog. 

Ada yang minta aku benerin script dan sumpah aku benerin dengan gemetar, karena salah kode bisa bubar semua. Tapi puji Tuhan aku berhasil memecahkan kasus. Setelah itu makin banyak yang minta tolong. Dari gratis sampai akhirnya bayar.

Dari hasil itu aku kursus, cari guru yang bagus dan berhasil kursus kedua dan ketiga. Aku mulai suka design blog dan belajar setting blog responsive.

Setelah itu aku suka ikut lomba blog dan beberapa kali menang. Dari hadiah pulsa, buku dan uang tunai hingga biaya renovasi kamar bapakku sebelum meninggal. Aku cukup senang dan puas bisa memberikan bapakku persembahan terindahku. 

Setelah bapakku meninggal aku kembali sakit. Bisnis blog redup dan aku hanya terima design-design banner dari salah seorang rekan. Aku hanya bisa di kamar dan online ketika tidak muntah. Dari rekanku itu aku mengenal bosku yang sekarang.

Awalnya aku tidak yakin apakah bisa mengerjakan semua ini karena aku sakit. 1 tahun tanpa kabar berita kupikir semuanya batal. Bulan November aku kembali dihubungi tapi kutolak karena aku muntah darah. Tuhan tidak tinggal diam. Ia sembuhkan aku dalam waktu 3 hari lewat seorang shinse dari Medan yang sama sekali tidak kukenal sebelumnya.

Sembuh dari sakit, aku sengaja ulur waktu 3 hari lagi, mana tahu sakitku kumat. Ternyata aku makin sehat. Akhirnya ku terima saja pekerjaan sebagai admin sebuah web ternama di Indonesia dengan penulis yang tinggal di dalam dan luar negeri.  6 Bulan aku bekerja, bosku memberikanku laptop baru. Awalnya aku hanya memandu 25-an orang, bulan kedua bisa 200-an orang, bulan berikutnya bertambah terus sampai akhirnya ada 1000 orang dari berbagai latar belakang dan profesi yang bisa dipandu posting.

Siapakah aku Tuhan? Seorang yang lemah secara fisik karena begitu banyak depresi dan kesedihan di masa laluku. Sampai Kau pilih aku untuk memandu 1000 orang penulis dan hanya kulakukan di kamarku. Semua itu kemurahan Tuhan.

Dan sampai hari ini Tuhan tetap memelihara hidupku. Ya dari Kamar pesakitan kucari nafkahku. Thanks Lord Jesus.


Read More

Konsultasi Gizi ke Dokter Ahli Gizi

Agustinadian Susanti | Sabtu, Juli 15, 2017 | 4 Comments so far
Setelah menyerah dengan mual dan muntah yang mendera setiap kali makan, aku mulai mencari tahu tentang konsultan gizi yang bagus. Kali ini ga pake BPJS. Setelah janjian dengan dokternya akhirnya hari yang dinantikan tiba. 

Pagi hari sebelum berangkat ke rumah sakit aku sudah mau muntah tapi kutahan. Jarak rumah ke rumah sakit sekitar 30 menit naik motor. Rumah sakit itu kini sudah semakin bagus dan besar. Aku sempat kebingungan mencari ruang dokter. Untuk ke lantai 2 disediakan eskalator dan lift. Aku memilih naik lift.


Aku datang bersama adikku. Begitu sampai di tempat pendaftaran, aku mulai mengisi formulir dan membayar Rp.210.000,-. Dokter datang pk.11.00 WIB. Ada yang menarik selama menunggu, aku bertemu lagi dengan teman lamaku yang dulu merawatku saat aku kos sendirian. Sudah 9th lost contact, eh bisa ketemu lagi di rumah sakit.

Dokter pun datang dan aku mulai menjelaskan keadaanku. Tadinya aku bisa makan pisang, tapi entah kenapa sekarang aku kalau makan pisang itu rasanya pada nempel di kerongkongan, ga bisa turun meski aku banyak minum air. Dulu aku bisa makan tempe dan tahu tapi sejak aku mengonsumsi bubuk kedelai instan aku muntah jika makan tahu tempe.Dulu bisa makan soto kuah kaldu sekarang kena kaldu dikit aja mual banget. Sensi banget perutku.

Dokter menyarankan aku untuk mengonsumsi Nutren Optimum harganya 150rb-an di Sarika Semarang semacam susu gitu tapi gluten free dan kapsul namanya protexin 15 kapsul 72rb. Nutren diminum 3x 4 scoop / 150ml di sela sela waktu ngemil jam 10, jam 4 sore dan jam 9 malam. Protexin diminum 1x 1 hari pada pagi hari sebelum makan. Jadi total pengeluaran buat konsul dokter gizi plus obat buat 2 minggu Rp.432.000,- itu aja susu Nutrennya udah keburu abis duluan. Kalau konsumsi kefir 70rb per liter sekali minum 100 ml, jadi kalau 3x sehari habis dalam waktu 3hr + 1x paginya.

Pantanganku : Terigu dan olahannya (mie roti, kue, kerupuk, peyek, dll) kecuali gandum dan bihun tapi aku masih belum berani nyoba
Gula, madu, sirup, permen, coklat, ice cream juga ga boleh.

Yang dianjurkan makan:
  1.  Buah : apel, pir hijau, buah naga, pepaya, pisang     sunpride separo
  2. Sayur : wortel, kentang, jipang, lobak, jagung, terung, brocoli, daun bayam, tomat cherry (yang berani Cuma kentang, jagung ma wortel)
  3.  Lauk : telur, ikan, ayam, sapi (yang berani Cuma telur ma ayam cincang)
  4. Fermentasi : Kefir, kimchi, yoghurt, tempe (yang berani kuminum Cuma kefir)

Adapun jam makan yang dianjurin :
- Makan pagi jam 7 ngemil jam 10
- Makan siang jam 1 ngemil jam 4 sore
- Makan malam jam 7 ngemil jam 9
Tapi prakteknya ga bisa .. 2 jam sekali keroncongan 

Setelah aku minum obat dari dokter, ada rasa mual sih Cuma ga bisa muntah. Kalau dulu sensi sedikit langsung muntah berjam-jam. Sekarang lagi minum kefir lagi. Semoga aku bisa makan lagi dengan normal.

 
Read More

Hati-hati Belanja Online

Agustinadian Susanti | Minggu, Juli 02, 2017 | 3 Comments so far
Aku mau berbagi pengalaman burukku saat belanja online. Suatu ketika aku melihat sebuah produk X dan aku tertarik membelinya. Salahnya aku ga nyebut dengan rinci apa pesananku ya karena kupikir dia sebagai penjual udah tau lah karena foto yang dipajang cuma 1. 

Setelah selesai proses pembayaran aku cek lagi halaman produk tersebut. Betapa kagetnya aku karena foto udah diganti dengan produk yang sama tapi modelnya beda. 

Karena kuatir aku tanya lagi ke penjualnya tapi waktu itu ga ada respon. Ya aku positif thingking aja mungkin stok pas abis. 

Hari yang kunantikan tiba, barang sampai di rumah dan benar feelingku, barang yang dikirimkan tidak sama dengan yang di foto. Aku komplain tapi tetep aku yang kalah karena ga ada bukti saat dia unggah foto produk yang kumau. 

Yah pasrah deh terima kenyataan itu jadi pelajaran berharga buatku. Aku ga puas banget sama barang yang dikirim tapi tetep ga bisa dikembalikan. 

Pengalaman kedua aku cari online shop lain dan tertarik lagi sama sebuah produk. Aku biasanya sih beli melihat apakah banyak testimoni dan barang yang dijual apakah penjualnya grosir/ pedagang besar. Tapi produk yang kuinginkan justru dijual oleh sepertinya perorangan. 

Aku lihat di bagian stok dia punya beberapa stok. Oke aku coba order. Tapi di saat aku dah transfer tiba-tiba dia bilang stok ga ada ganti gambar lain. Aku ga mau. Untung uangku bisa kembali dengan mudah. 

Ga puas disitu aja, aku cari barang yang sama dengan penjual yang beda. Ada yang aneh tapinya. Dia tulis stok 100 tapi kuliat kayaknya dia penjual perorangan/ semacam reseller gitu, barangnya masa Cuma 1 macam. Tapi dia sebut dirinya “xxxshop. 

Aku mulai curiga saat udah transfer dengan harga lebih mahal tapi setelah kuorder kok stok barang yang tadinya 100 jadi habis. Alasannya karena lebaran jadi mau tutup biar ga ada yang order disetting habis. Masa gitu sih? Aku tak percaya. Duh aku nyesel banget rasanya, aku udah negatif thingking banget sampe aku chat penjualnya jangan-jangan barang bekas/ rusak yang dijual kemarin kayaknya ditulis 1 terus kok bisa jadi 100 produk lain ga ada. Ga ada komentar pembeli lainnya. Duh aku emosi banget. Tambah emosi lagi saat barang dikirimkan ke rumah, udah packingnya sobek-sobek, bungkusnya juga rusak semua, produknya juga cacat. 

Aku sekarang lagi ajukan pengembalian barang. Duh kapok banget lain kali harus sabar nunggu produk yang dijual di grosir aja. Pelajaran berharga buatku, lain kali musti ati-ati belanja online biar ga kena masalah kayak gini. Mungkin buat online shopnya seharusnya disortir penjual yang abal-abal itu jangan diberi lapak aja, merugikan pembeli banget. Nipu tu namanya stok Cuma 1 ditulis 100. Nolnya glundhung kemana bu? hm..keki bangetzzzz.
Read More